• Sabtu, 21 Mei 2022

Allah SWT Marah Karena Nabi Nuh AS Mendoakan Anaknya yang Kafir, Menyesal dan Menangis 300 Tahun

- Senin, 3 Januari 2022 | 20:22 WIB
[ILUSTRASI] Kisah Nabi Nuh AS (dok, theAsianparent)
[ILUSTRASI] Kisah Nabi Nuh AS (dok, theAsianparent)

BệBASbaru.com, DUNIA ISLAM - Allah SWT menegur Nabi Nuh AS karena mendoakan putranya yang kafir. Sadar akan kekeliruannya, Nabi Nuh menyesal. Beliau lantas menangis selama 300 tahun sehingga di bawah kedua matanya seperti air mancur karena seringnya dia menangis

Buku "Tetes-Tetes Air Mata Taubat" karya Abdul Nawwarah (2009) mengutip Wahib bin al-Ward ra menjelaskan, tatkala Allah mengolok-olok Nabi Nuh yang mendoakan anaknya, maka turunlah ayat,

“Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.”

"Nuh lantas menangis selama tiga ratus tahun sehingga di bawah kedua matanya seperti air mancur karena seringnya dia menangis," ujar Wahib.

Baca Juga: Dihindari Karena Islamphobia, Kini Nama Muhammad' Puncaki Nama Anak Laki-Laki Populer di Inggris Tahun 2021

Dalam buku ini diceritakan bagaimana tentang kasih sayang seorang ayah dan belas kasih terhadap buah hatinya.

Nabi Nuh senantiasa berdoa kepada Allah siang-malam, secara samar maupun terang-terangan. Tujuannya agar Allah memberi hidayah terhadap anaknya, menyelamatkannya dari tenggelam dalam banjir di dunia serta azab yang pedih di akhirat kelak.

Nuh bermunajat kepada Tuhannya dengan memanjatkan doa. Sebagaimana disebutkan dalam al-Quran: Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau Itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.“ ( QS Hud : 45).

Inilah hati seorang ayah yang terbakar kesedihan lalu bermunajat terhadap Tuhannya, karena menyangka anaknya adalah anggota keluarganya dan memiliki keimanan. Inilah pujian yang dipanjatkan Nabi Nuh kepada Allah agar doanya diterima. Lalu turunlah penjelasan dari Tuhan kepada Nuh secara gamblang dan sempurna.

Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." ( QS Hud : 46). Artinya, wahai Nuh, sesungguhnya anakmu bukanlah keluargamu dalam keimanan.

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X