• Sabtu, 28 Mei 2022

Bila Temukan Gejala Awal Hepatitis, Dokter Bilang Ortu Tak Perlu Panik, Ikuti Saran Ini!

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 10:14 WIB
Gejala awal hepatitis yakni diare, mual, muntah, sakit perut dan dapat disertai demam ringan (dok, Pikiran Rakyat Bekasi)
Gejala awal hepatitis yakni diare, mual, muntah, sakit perut dan dapat disertai demam ringan (dok, Pikiran Rakyat Bekasi)

BệBASbaru.com, KESEHATAN - Setelah korona, kini hepatitis jadi momok paling menakutkan, karena penyakit berbahaya ini menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun.

Dokter Spesialis Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Ade Rachmat Yudiyanto, Sp.A(K), M. Ked(Ped) mengingatkan para orang tua tak panik bila menemukan gejala awal hepatitis pada anak.

"Kalau ada gejala, jangan panik. Segera bawa pasien ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan," ujar dia dalam webinar yang digelar Dompet Dhuafa bertajuk "Penyakit Hepatitis Virus Akut pada Anak beserta Pencegahan dan Penanganannya", Kamis.

Gejala awal hepatitis yakni diare, mual, muntah, sakit perut dan dapat disertai demam ringan. Bila gejala ini muncul, selain berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, maka orang tua juga perlu memastikan anak beristirahat total, menjaga asupan cairan anak dan ion tubuh cukup agar tidak jatuh dalam kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan yang pada jangka panjang bisa membahayakan kesehatan.

Sementara untuk makanan, tidak ada pembatasan khusus (berpedoman pada prinsip gizi seimbang).

"Istirahat total. Semua aktivitas dilakukan di tempat tidur," kata Ade.

Menurut Ade, orang tua sebaiknya tak menunggu gejala lanjutan muncul seperti kulit dan mata kuning hingga penurunan kesadaran yang dapat pada akhirnya mengharuskan pasien dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) dan bahkan dilakukan cangkok hati.

Hepatitis merupakan radang pada sel hati. Saat ini ada parameter yang bisa digunakan untuk memastikannya yakni enzim hati atau Alanine Aminotransferase (ALT) atau Serum Glutamate Pyruvate Trasnsaminase (SGPT) bila nilainya di atas dua kali normal.

Berbicara penyebab, hepatitis bisa disebabkan infeksi dan non-infeksi. Infeksi bisa karena virus (A,B,C, D, E dan G), bakteri atau parasit, sementara non-infeksi misalnya akibat obat, racun, metabolisme.

Sementara berkaca pada kondisi saat ini, menurut Ade, belum satu pun ada data akurat yang bisa menyatakan jelas penyebabnya. Para dokter pun belum berani ini terkait dengan SARS-CoV-2.

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Emosi Lagi Tinggi? Solusinya Hanya Satu Ini…!

Selasa, 17 Mei 2022 | 09:33 WIB
X