• Sabtu, 13 Agustus 2022

Ingin Sehat Mental Cobalah Tips Ini, Jangan Main Media Sosial Selama Seminggu, Ikuti Penjelasan Berikut!

- Selasa, 17 Mei 2022 | 09:49 WIB
Jeda selama 7 hari dari aktivitas menggulir halaman media sosial, seperti FB, Twitter, dan IG, dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis serta mengurangi depresi dan kecemasan serta mengurangi depresi dan kecemasan (dok, Zona Surabaya Raya-Pikiran Rakyat)
Jeda selama 7 hari dari aktivitas menggulir halaman media sosial, seperti FB, Twitter, dan IG, dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis serta mengurangi depresi dan kecemasan serta mengurangi depresi dan kecemasan (dok, Zona Surabaya Raya-Pikiran Rakyat)

BệBASbaru.com, KESEHATAN - Bukan rahasia lagi, medsos membuat emosi netter berubah-ubah, bahkan bisa jadi emosi tak terkendali.

Sebuah studi baru yang diterbitkan di Mary Ann Liebert menunjukkan bahwa jeda selama satu minggu dari aktivitas menggulir halaman media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis serta mengurangi depresi dan kecemasan.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr. Jeff Lambert bersama timnya dari Universitas Bath. Peneliti secara acak membagi dua kelompok pada 154 pengguna media sosial harian antara usia 18 dan 72 tahun.

Kelompok pertama diminta untuk menahan diri menggunakan media sosial selama satu minggu, sementara kelompok kedua diizinkan untuk melanjutkan bermedia sosial seperti biasa.

Direktur Program DSW di Tulane University School of Social Work Dr. Tonya Cross Hansel mengatakan hasil penelitian tersebut menjadi sangat penting mengingat pandemi.

“Kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan telah menurun selama beberapa tahun terakhir. Hal tersebut ditambah dengan kondisi medis sebelumnya, pengalaman kesedihan dan kehilangan, serta kondisi tenaga kesehatan yang sangat rentan,” kata Hansel, dikutip dari Healthline pada Senin.

Hansel berpendapat bahwa media sosial memang memainkan peran positif saat pandemi karena menyediakan cara bagi orang-orang untuk tetap terhubung, namun di sisi lain media sosial juga telah memperburuk kondisi negatif yang sudah ada sebelumnya.

“Misalnya, identitas digital palsu serta perbandingan terus-menerus dengan kehidupan palsu, hal tersebut dapat menumbuhkan perasaan sedih karena menganggap dirinya tidak sesuai standar,” katanya.

Dia juga menunjukkan bahwa perundungan di media sosial dan waktu menatap layar yang berlebihan juga dapat menyebabkan kesehatan mental yang lebih buruk.

Hansel mengatakan jika pengguna merasa bahwa media sosial tidak bermanfaat atau pengguna merasa suasana hati memburuk setelah menggunakan media sosial, hal tersebut bisa menjadi indikator perlunya istirahat sejenak.

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X