• Sabtu, 16 Oktober 2021

Kontroversi Meninggalnya Wabup Sangihe Bag 2 : Bupati Beri Izin, Wabup Menolak Tambang Emas

- Minggu, 13 Juni 2021 | 19:11 WIB
Tambang emas Sangihe bakal merusak alam daerah itu (dok, kompas)
Tambang emas Sangihe bakal merusak alam daerah itu (dok, kompas)

BệBASbaru.com, INVESTIGASI - Izin operasi produksi PT Tambang Mas Sangihe (TMS) di Pulau Sangihe, Sulawesi Utara menuai polemik usai menerima penolakan. Salah satunya dari warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Save Sangihe Island dan Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong.



Helmud bahkan sempat mengirimkan surat penolakan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada Kementerian ESDM pada 28 April 2021. Namun kemudian, Helmud meninggal dunia di udara dalam penerbangan Lion Air rute Denpasar-Makassar, Rabu (9/6).



Di sisi lain, restu tambang emas itu datang dari Bupati Sangihe dan Gubernur Sulawesi Utara. Menurut Direktur Mineral Kementerian ESDM Sugeng Mujianto, ada restu dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang mengeluarkan surat rekomendasi tata ruang. Pemerintah pronvisi, lanjutnya, juga mengeluarkan persetujuan kelayakan lingkungan.



Sugeng mengatakan awalnya rekomendasi kesesuaian tata ruang itu datang dari Bupati Kepulauan Sangihe yang terbit pada 16 September 2019. Diketahui, bupati yang menjabat adalah Jabes Ezar Gaghana yang menempati posisi itu pada Mei 2017, hingga nanti 2022. Dia didampingi oleh Helmud Hontong, yang kemudian tewas di pesawat.



Terkait dengan izin tambang emas, rekomendasi itu akhirnya disusul dengan persetujuan tekno-ekonomi atas dokumen studi kelayakan dari Ditjen Minerba pada Oktober 2019. Kemudian, pada September 2020, persetujuan Keputusan Kelayakan Lingkungan diterbitkan Gubernur Sulut.

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

Open BO Alias Bisa Di Goyang yang Bikin Geger

Selasa, 12 Oktober 2021 | 21:40 WIB

Apa Itu Komcad Atau Tentara Cadangan, Berapa Gajinya?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:36 WIB
X