• Jumat, 3 Desember 2021

Duit Hasil Ngerampok Berjamaah di ASABRI Rp16,2 Trilyun Di Sita Kejagung

- Kamis, 25 November 2021 | 10:21 WIB
Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyita aset dalam kasus megakorupsi di PT ASABRI senilai Rp 16,2 triliun. (dok, Fajar Online)
Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyita aset dalam kasus megakorupsi di PT ASABRI senilai Rp 16,2 triliun. (dok, Fajar Online)

BệBASbaru.com, INVESTIGASI - Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyita aset dalam kasus megakorupsi di PT ASABRI senilai Rp 16,2 triliun. Aset itu terkumpul dari hasil penyitaan para tersangka sampai Oktober.

"Per Oktober sekitar Rp 16,2 triliun," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Supardi kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Supardi menerangkan aset-aset yang disita dalam beberapa waktu terakhir ini sudah masuk dalam hitungan penyidik. Pihaknya akan terus mencari aset lainnya untuk mengembalikan kerugian keuangan negara akibat kasus perusahaan pelat merah ini.

 Baca Juga: Yahh Akhirnya Bakalan Pake Materai Lagi, Anggiat Pasaribu Ngaku Sedang Sakit Gigi dan Minta Maaf ke Arteria Da

"Angka tadi sudah include, iya (akan terus mencari aset lainnya)," ungkap Supardi.

Sebelumnya diketahui, Kejagung telah menyita beberapa tempat yang jadi barang bukti megakorupsi PT ASABRI terbaru. Kejagung menyita hotel mewah di Yogyakarta bernama Hotel Lafayette.

"Hotel itu fix (disita) Hotel Lafayette, iya (lokasi) di Yogyakarta," kata Supardi di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/11)

Kendati demikian, Supardi belum memerinci pemilik aset Hotel Lafayette tersebut. "Pokoknya terkait perkara itu, pokoknya terkait ASABRI," ungkapnya.

 Baca Juga: Berlindung Di Balik UU, MKD Minta Arteria Tak Boleh Penuhi Panggilan Polisi

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kebakaran Gedung Cyber 1, Data Center Dalam Bahaya?

Kamis, 2 Desember 2021 | 19:50 WIB
X