• Rabu, 26 Januari 2022

Jengkel Korban Pelecehan Dosen Usri Dicoret dari Yudisium, Susi Pudjiastuti: Kebodohan dan Tidak Adil

- Selasa, 7 Desember 2021 | 09:38 WIB
Seorang mahasiswa yang diduga merupakan korban pelecehan seksual oleh oknum dosen di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, protes lantaran namanya dicoret dari daftar yudisium. Susi Pudjiastuti meminta agar hal ini segera disetop karena dianggap sebagai sebuah kebodohan dan ketidakadilan (dok, CNN Indonesia)
Seorang mahasiswa yang diduga merupakan korban pelecehan seksual oleh oknum dosen di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, protes lantaran namanya dicoret dari daftar yudisium. Susi Pudjiastuti meminta agar hal ini segera disetop karena dianggap sebagai sebuah kebodohan dan ketidakadilan (dok, CNN Indonesia)

BệBASbaru.com, INVESTIGASI - Viral sebuah rekaman video yang memperlihatkan detik-detik seorang mahasiswa yang diduga merupakan korban pelecehan seksual oleh oknum dosen di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, protes lantaran namanya dicoret dari daftar yudisium.

Melihat kejadian tersebut, Susi Pudjiastuti meminta agar hal ini segera disetop karena dianggap sebagai sebuah kebodohan dan ketidakadilan.

Dia juga secara terang-terangan mendukung wanita yang merupakan mahasiswa Unsri itu terus maju atas dasar kebenaran.

"Kita harus stop kebodohan dan ketidakadilan seperti ini," kata Susi Pudjiastuti, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter-nya @susipudjiastuti pada Minggu, 5 Desember 2021.

"Maju terus, tidak perlu takut. Ayo, saya Susi Pudjiastuti mendukungmu," sambungnya.

Baca Juga: Wakil Rakyat Minta Jokowi Cueki Peringatan China Soal Pengeboran Migas di Natuna

Diberitakan sebelumnya, mahasiswi berinisial DR yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual, dan akhirnya melapor ke Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) pada Selasa, 30 November 2021 lalu.

Sementara, terkait agenda pemanggilan kedua ini, Kepala Subdit 4 Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Sumsel Komisaris Polisi Masnoni, di Palembang, Jumat, mengatakan hal tersebut dilakukan lantaran oknum dosen berinisial A (34) tidak memenuhi pemanggilan pertama sebagai saksi terlapor.

"Si A tidak bisa hadir karena alasan ada urusan keluarga. Kabar tersebut disampaikan langsung perwakilan keluarga terlapor," kata dia.

Menurut dia, atas ketidakhadirannya itu maka proses pemeriksaan oknum dosen tersebut diagendakan ulang pada Senin, 6 Desember 2021 pagi.

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X