• Sabtu, 28 Mei 2022

LPG 3Kg Sering Langka, Kenapa Subsidi BBM Cs di 2021 Lalu Bengkak Jadi Rp131,5 Triliun?

- Rabu, 12 Januari 2022 | 21:12 WIB
Kenaikan subsidi ini disebabkan volume BBM yang naik dan adanya lonjakan permintaan LPG 3 kg serta diskon tarif listrik (dok, VOI.id)
Kenaikan subsidi ini disebabkan volume BBM yang naik dan adanya lonjakan permintaan LPG 3 kg serta diskon tarif listrik (dok, VOI.id)

BệBASbaru.com, NASIONAL - Realisasi subsidi energi tahun 2021 membengkak sebesar Rp131,5 triliun. Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi subsidi energi melonjak dari target yang ditetapkan tahun 2021 sebesar Rp110,5 triliun.

Adapun realisasi subsidi energi tahun 2021 untuk subsidi BBM dan LPG sebesar Rp83,7 triliun, naik dari target awal sebesar Rp56,9 triliun. Sementara realisasi subsidi listrik sebesar Rp47,8 triliun, sedikit menurun dari target awal Rp53,6 triliun.

Baca Juga: Alamakkkk…! Dari Berbisnis Ganja Pria Ini Raup Penghasilan Rp 68 Trilyun Setahun

"Subsidi energi dipertahankan untuk bisa menjaga daya beli masyarakat terutama dalam pemulihan ekonomi," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam konferensi pers, Rabu (12/1/2022).

Kementerian Keuangan memaparkan realisasi subsidi energi untuk BBM, LPG maupun listrik din Tahun 2021 tercatat sebesar Rp142 triliun, melonjak 30,5 persen dari Rp108,8 triliun di 2020.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan kenaikan subsidi ini disebabkan volume BBM yang naik dan adanya lonjakan permintaan LPG 3 kg serta diskon tarif listrik.

"Jadi subsidi listrik masih tinggi, lalu LPG 3 kg, dan BBM ini masih kita berikan subsidi," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/1/2022).

Baca Juga: Mencla-mencle! Hanya Berlaku Beberapa Hari, Ekspor Batubara Kembali Resmi Dibuka Hari Ini  

Menurut dia, subsidi yang saat ini diberikan memberi manfaat langsung untuk rakyat. Misalnya saja, diskon listrik bagi rumah tangga 450 VA dan 900 VA bagi 30,8 juta pelanggan.

"Lalu diskon tarif listrik untuk pelaku bisnis dan industri daya 450 VA bagi 0,43 juta pelanggan," kata Sri Mulyani.

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X