• Rabu, 26 Januari 2022

Walaupun Target Dibantu Swasta, Pembangunan IKN Tetap Andalkan APBN

- Jumat, 14 Januari 2022 | 13:36 WIB
Masterplan IKN baru yang membutuhkan biaya hingga 500 trilyun (dok, CNBCindonesia.com)
Masterplan IKN baru yang membutuhkan biaya hingga 500 trilyun (dok, CNBCindonesia.com)

BệBASbaru.com, NASIONAL – Kunjungan Presiden Jokowi dan rombongan ke NTB dimanfaatkan wartawan untuk bertanya seputar progress pembangunan Ibukota Negara Baru di PPU, Kalimantan Timur.

Lalu ada usul pembangunan ibu kota negara (IKN) dibiayai dengan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Baca Juga: Diisukan Tak Lagi Dijual, Toyota Perlihatkan Spesifikasi Mewah All New Land Cruiser seharga Rp2,3 miliar

Hal itu dikatakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa.

Ia mengusulkan pembangunan ibu kota negara (IKN) dibiayai dengan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk tenor jangka panjang.

"Sifatnya kewajiban dari APBN itu sudah ada, sehingga kita ingin menghindari kewajiban itu secara kaku, tetapi memberikan juga jaminan untuk terbuka bahwa APBN bisa membiayai pembangunan IKN dengan skema-skema jangka panjang," jelas Suharso dalam rapat panitia kerja (Panja) dengan panitia khusus (Pansus) RUU IKN di Gedung DPR, Jakarta, Kamis.

Baca Juga: Saat Nyalon Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim, KPK Duga Ada Aliran Dana Dari Bupati PPU Abdul Gafur  

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Muliani juga berujar, kalau pembangunan IKN jalan terus dan uangnya sudah siap!

Presiden Jokowi sendiri sudah menyatakan, akan berkantor di Istana IKN baru sebelum Presiden dan Wapres hasil Pilpres Tahun 2024 di lantik, termasuk pelantikan Anggota DPR RI Periode 2024-2029 dan akan langsung ber dinas di IKN.

Halaman:

Editor: Redaktur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X