• Rabu, 26 Januari 2022

Rusaknya Garuda Indonesia: Kata Erick Thohir Minim Rute, Kebanyakan Pesawat, Sewa Kemahalan

- Jumat, 14 Januari 2022 | 13:41 WIB
Pesawat jenis ATR yang justru sewanya kemahalan, di tambah tak punya rute baru, sehingga banyak yang tak terpakai (dok, youtube)
Pesawat jenis ATR yang justru sewanya kemahalan, di tambah tak punya rute baru, sehingga banyak yang tak terpakai (dok, youtube)

BệBASbaru.com, INVESTIGASI - Menteri BUMN Erick Thohir membongkar dosa-dosa lama Garuda Indonesia. Menurutnya Garuda terlalu banyak menyewa pesawat dengan biaya sewa yang besar, padahal kebanyakan pesawat itu tidak cocok dengan rute yang ada.

Baca Juga: Walaupun Target Dibantu Swasta, Pembangun IKN Tetap Andalkan APBN

Erick mengatakan setelah didalami manajemen Garuda terdahulu terlalu banyak melakukan pengadaan pesawat tanpa memetakan kegunaan pesawat tersebut. Bahkan, banyak pesawat yang dibeli dahulu baru dicari rutenya.

Padahal menurutnya praktik yang baik adalah pengadaan pesawat justru dilakukan sesuai rute yang sudah ada. Baik jenisnya maupun jumlahnya.

"Setelah kita dalami juga, banyak pembelian ini hanya beli pesawat. Bukan justru rutenya yang dipetakan, baru disesuaikan pesawatnya apa. Jadi, pesawatnya dulu, baru rutenya," ujar Erick dalam kutipan wawancaranya dengan Kompas TV yang diunggah di akun Instagramnya, @erickthohir, dilansir Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Hobby Swafoto Kini Ghozali Jadi Sultan, Mampu Jual Miliaran Rupiah Berkat Hobyynya Itu  

Dari data Kementerian BUMN, ada sekitar 13 jenis pesawat yang dimiliki dan disewa Garuda. Padahal maskapai lain hanya menggunakan sebanyak 3-4 jenis pesawat saja

Maka dari itu bila dibandingkan dengan maskapai lain, beban sewa pesawat Garuda memang besar. Erick mengungkap perbedaannya, bila di maskapai lain beban sewa pesawat cuma 8% di Garuda mencapai 28%.

"Garuda (beban sewa pesawatnya) 28%. Maskapai lain cuma 8%. Secara operasional, lebih mahal," ungkap Erick.

Halaman:

Editor: Redaktur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X