• Sabtu, 28 Mei 2022

Kontroversi Hakim PN Surabaya di OTT KPK: Pernah Bebaskan Koruptor Rp 119 M dan Pernah di Sanksi Disiplin

- Kamis, 20 Januari 2022 | 20:57 WIB
Hakim Pengadilan Negeri Surabaya,Itong Isnaeni Hidayat terjaring OTT KPK.Siapakah Itong? (dok, Harian Aceh Indonesia)
Hakim Pengadilan Negeri Surabaya,Itong Isnaeni Hidayat terjaring OTT KPK.Siapakah Itong? (dok, Harian Aceh Indonesia)

BệBASbaru.com, DAERAH-SURABAYA - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK Subuh tadi. Selain itu, panitera pengganti (PP) M Hamdan juga terjaring. Siapakah Itong?

Berdasarkan catatan detikcom, Kamis (20/1/2022), Itong merupakan hakim senior. Saat menjadi hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Lampung, Itong sempat menjadi hakim yang mengadili mantan Bupati Lampung Timur Satono dengan nilai korupsi Rp 119 miliar dan mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurna Jaya dengan nilai korupsi Rp 28 miliar. Saat itu Itong menjadi hakim anggota.

Baca Juga: Pemimpin Otorita Ibu Kota Baru Nusantara Kapanpun Bisa Dipecat oleh Presiden, UU ya Gicuuu!

Hasilnya, pada 2011, Itong membebaskan Satono dan Andy. Di tingkat kasasi, akhirnya Satono dihukum 15 tahun penjara dan Andy dihukum 12 tahun penjara.

Atas putusan bebas Satono dan Andy, Itong sempat diperiksa Mahkamah Agung (MA). Itong terbukti melanggar kode etik dan diskors ke Pengadilan Tinggi (PT) Bengkulu. Itong melanggar Keputusan Ketua MA No 215/KMA/SK/XII/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pedoman Perilaku Hakim. Itong diputus terbukti melanggar Pasal 4 ayat 13 yang berbunyi:

Hakim berkewajiban mengetahui dan mendalami serta melaksanakan tugas pokok sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya hukum acara, agar dapat menerapkan hukum secara benar dan dapat memenuhi rasa keadilan bagi setiap pencari keadilan.

Baca Juga: Ibukota Negara Sudah Urgen Dipindah, Karena Jakarta Mau Tenggelam!

Baca Juga: Tok! Ibu Kota Negara Dipindah Bertahap ke Kota Nusantara Mulai Tahun 2024

Adapun dua hakim lain yang mengadili Satono dan Andy dinyatakan MA tidak bersalah secara etika.

Setelah hukuman skorsnya pulih, Itong berdinas lagi. Sebelum bertugas di PN Surabaya, ia sempat memegang palu di Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X