• Selasa, 9 Agustus 2022

Siap-siap, Aset Negara Bakal Dilego Demi Biaya IKN, Pengamat Sebut Pemerintah Norak dan Habis Akal!

- Kamis, 5 Mei 2022 | 20:44 WIB
Pemerintah membutuhkan dana tambahan untuk menutupi biaya pembangunan IKN yang diperkirakan mencapai Rp466 triliun (dok, ANTARA News Kalsel)
Pemerintah membutuhkan dana tambahan untuk menutupi biaya pembangunan IKN yang diperkirakan mencapai Rp466 triliun (dok, ANTARA News Kalsel)

BệBASbaru.com, NASIONAL – Pemerintah pusat sudah berhitung, pembangunan IKN Nusantara tak bisa 100% andalkan APBN atau investor, jalan satu-satunya adalah jual aset-aset!

Kebijakan pemerintah yang dilakukan demi mewujudkan ibu kota negara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dinilai norak.

Pemerintah dikabarkan akan menyewakan atau menjual aset negara yang ada di Jakarta untuk menutup kekurangan dana pembangunan IKN.

Pasalnya, tidak memungkinkan dana pembangunan IKN hanya diambil dari APBN. Dikutip bebasbaru.com dari pikiranrakyat.com, Kamis (05/05/2022).

Oleh karena itu, pemerintah membutuhkan dana tambahan untuk menutupi biaya pembangunan IKN yang diperkirakan mencapai Rp466 triliun.

Dari hitung-hitungan yang dilakukan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) aset negara senilai Rp1.000 triliun akan dioptimalkan untuk membangun IKN.

"Ya itu yang kita bayangkan apa yang mau dijual itu? Monas akan dipanjat buat diambil emasnya untuk dijual? Itu aset pemerintah pusat. Lalu Istana Negara mau diubah jadi panggung dangdut apa?" ujar pengamat politik, Rocky Gerung dikutip Pikiran-Rakyat.com dari YouTube miliknya.

Menurut Rocky Gerung, langkah yang diambil pemerintah tersebut tidak menunjukkan adanya kebijakan dari pejabat negara.

"Jadi hal-hal yang kita bayangkan ini kok norak amat itu ya. Kan artinya dia mau bangun baru sambil menjual yang lama. Jadi rakyat tetap anggap ini akal-akalan atau di baliknya ada desain apa," ujar Rocky Gerung.

Pada beberapa waktu yang lalu, sejumlah pengamat seperti Muhammad Said Didu dan Rizal Ramli menyebutkan apabila aset negara yang ada di Jakarta di jual, Indonesia di IKN tidak akan memiliki kekayaan karena gedung yang ditempati bukan milik sendiri, tetapi menyewa.***

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X