• Jumat, 1 Juli 2022

Polisi Ringkus dan Dor Pemerkosa Mahasiswi, Selain Nafsu Lihat Korban, Uang Rampokan Difoyakan Beli Sabu

- Jumat, 20 Mei 2022 | 21:31 WIB
Pelaku perampokan dan pemerkosaan yang menimpah seorang mahasiswi, di Kota Lubuklinggau dengan tersangka Eko Sutiono (31) yang kini telah dilumpuhkan polisi (dok, Tangkapan Layar Sumeks.co)
Pelaku perampokan dan pemerkosaan yang menimpah seorang mahasiswi, di Kota Lubuklinggau dengan tersangka Eko Sutiono (31) yang kini telah dilumpuhkan polisi (dok, Tangkapan Layar Sumeks.co)

BệBASbaru.com, KRIMINAL – Akhirnya pelaku perampok dan pemerkosa sadis korban mahasiswi berhasil di bekuk polisi.

Masih ingat kasus perampokan dan pemerkosaan yang menimpah seorang mahasiswi, di Kota Lubuklinggau dengan tersangka Eko Sutiono (31) yang kini telah dilumpuhkan polisi.

Kepada petugas, dia mengaku memperkosa korban nafsu dan uang hasil rampokan digunakan untuk beli sabu dan judi.

Pengakuan itu dia sampaikan kepada Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi. Tersangka Eko mengaku terangsang saat melihat korban sendiri, sehingga khilaf dan memperkosa korban di dalam kamarnya.

"Aku nafsu pak, jadinya khilaf. Korban aku ancam menggunakan pisau agar menuruti kemauan aku," kata tersangka, saat diinterogasi di Mapolres Lubuklinggau, Jumat (20/5/2022).

Selain itu, pelaku juga mengakui, uang hasil merampok tersangka digunakan untuk foya-foya membeli narkoba jenis sabu.

Narkoba itu dibeli tersangka dari daerah Tanah Periuk, daerah perbatasan Musi Rawas dan Lubuklinggau.

"Aku gunakan juga untuk bermain judi slot, tetapi kalah," sambungnya. Tidak hanya bermain judi dan membeli narkoba, tersangka mengaku hasil merampoknya juga digunakan untuk membeli pakaian dan sandal. Lalu, sisanya dia habiskan untuk berfoya-foya.

"HP dan Laptop belum terjual, baru menghabiskan uang tunai Rp4 juta dari hasil merampok," paparnya. Tersangka juga mengaku tidak mengenal korban. Saat itu, dia sedang bermain-main saja di area rumah korban. Lalu dia mengintip rumah tersebut dalam kondisi kosong, dan akhirnya melintas niat untuk merampok rumah itu.

"Pelaku juga mengakui, jika sebelumnya pernah di penjara karena kasus yang sama, yakni melakukan pemerkosaan pada tahun 2012, di Kota Lubuklinggau. Pada tahun 2019, dia bebas. Dia juga sempat merantau ke Lahat," jelasnya.

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X