• Selasa, 4 Oktober 2022

Buyar Skenario Ferdy Sambo: Bila Putri Candrawathi Jujur, Diduga Nyawanya Diujung Tanduk

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 09:48 WIB
 Putri Candrawathi istri Irjen Ferdy Sambo (dok, Kolase Image/IG/Putri Candrawathi)
Putri Candrawathi istri Irjen Ferdy Sambo (dok, Kolase Image/IG/Putri Candrawathi)

BệBASbaru.com, INVESTIGASI – Permintaan keamanan Putri Candrawathi istri Irjen Ferdy Sambo ke LPSK kini langsung di tindak lanjuti.

Wajar saja Putri minta perlindungan LPSK, sebab kalau sampai dia ngomong jujur seperti Bharada E, maka otomatis nyawanya bisa saja dalam bahaya.

Sebab tak main-main, ini melibatkan suaminya sendiri dan juga 24 polisi lainnya yang sudah di copot Kapolri.

Baca Juga: Ferdy Sambo Ditahan: Timsus Bergerak Cepat, Setelah Ferdy Sambo, Sopir dan Ajudan Putri Candrawathi Diamankan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengagendakan ke Bareskrim Polri pada hari Selasa untuk menemui Bhayangkara Dua Polri Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E dalam rangka koordinasi terkait dengan justice collaborator (JC).

"Di Bareskrim pukul 10.00 WIB," kata Wakil Ketua LPSK Erwin Partogi kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis di Jakarta, Selasa pagi.

Selain menemui Bharada E, LPSK juga mengagendakan bertemu dengan penyidik untuk berkoordinasi tentang JC dengan pemohon Bharada E.

Baca Juga: Ferdy Sambo Ditahan: Sekian Lama Ngumpet, Putri Candrawathi Muncul Ke Publik, Nangis Saat Wawancara!

Pada waktu yang sama, kata Erwin, LPSK juga mengagendakan mendatangi Putri Chandrawathi, istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo, di rumahnya, Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Iya (ke rumah Putri)," kata Erwin.

Sebelumnya, Bharada E melalui kuasa hukumnya resmi mengajukan surat tertulis permohonan menjadi JC guna mendapatkan perlindungan dari LPSK sebagai saksi.

Tim pengacara Bharada E, Muhammad Burhanuddin, Senin (8/8), menegaskan bahwa Bharada E merupakan saksi kunci yang mau mengungkap fakta yang sebenarnya dan mengungkap pelaku tindak pidana lain yang terkait dengan dirinya dan sepengetahuannya.

Baca Juga: Curiga Tak Ada Unsur Pelecehan Seksual di Kasus Brigpol J dan Putri Candrawathi, Ini Alasan Komnas HAM!

Oleh karena itu, pihak Bharada E berharap LPSK dapat beri perlindungan kepada Bharada E, baik dipindahkan ke tahanan lain atau bentuk perlindungan lainnya yang akan diputuskan oleh LPSK.

"Jadi, harapannya, bisa diterima permohonan justice collaborator-nya dan dilindungi oleh LPSK," kata Burhanuddin.

Sebelumnya dikatakan oleh Ketua LPSK Hasto A. Suroyo bahwa Bharada E yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir J masih bisa dilindungi oleh pihaknya selama bersedia menjadi justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerja sama.

Baca Juga: Putri Candrawathi Sambo Begitu Didatangi Penyidik, Langsung Down!

"Kalau ditetapkan sebagai tersangka, LPSK tidak ada kewenangan lagi memberikan perlindungan, kecuali yang bersangkutan bersedia menjadi justice collaborator," kata Hasto saat dihubungi di Jakarta, Kamis (4/8).

Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri pada hari Rabu (3/8) menetapkan Bharada E sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J dengan sangkaan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Dalam kasus tewasnya Brigadir J, penyidik juga menetapkan Brigadir Ricky Rizal atau Brigadir RR sebagai tersangka lainnya dengan sangkaan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo. Pasal 338 jo. Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Rencananya pada hari ini (9/8) Polri bakal mengumumkan tersangka lainnya yang terlibat dalam peristiwa meninggalnya Brigadir J di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (7/8). Demikian dikutip bebasbaru.com dari Antara.com, Selasa (09/08/2022). ***

Editor: Editor Alma

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X