• Sabtu, 16 Oktober 2021

Simalakama, Dunia Bergantung Produksi Vaksin India Tapi Negaranya Kena Tsunami Corona

- Rabu, 9 Juni 2021 | 21:13 WIB
Korban korona yang bergelimpangan di India (dok, tempo.co)
Korban korona yang bergelimpangan di India (dok, tempo.co)

BệBASbaru.com, DUNIA-New Delhi - Sebelum kasus infeksi COVID-19 melonjak drastis di India, produsen vaksin seperti Serum Institute of India (SII) masih memasok kebutuhan dosis vaksin COVID-19 untuk negara-negara berkembang. Tepatnya melalui program COVAX yang diinisiasi oleh WHO.



Namun ketika pandemi merebak di luar kendali, otoritas India terpaksa membatasi ekspor vaksinnya. Kelangkaan vaksin pun berlanjut, tidak hanya di seantero India, tapi juga di beberapa negara berkembang yang bergantung pada produksi vaksin di India. Kini India tengah mengejar ketertinggalan produksi vaksin COVID-nya. Namun hal ini memunculkan kekhawatiran baru bahwa produksi vaksin untuk kebutuhan lain akan ikut terganggu.



"Saat ini fokus kami adalah meningkatkan produksi vaksin Covishield untuk negara [India] yang saat ini berada dalam keadaan darurat," kata seorang pejabat SII kepada DW. Covishield adalah nama vaksin AstraZeneca di India. "Tentu fokus pada vaksin lain mungkin mengalami kemunduran, tapi itu tidak akan lama," tambah pejabat itu.



India sang "raja vaksin"


Berdasarkan jumlah dosis yang telah diproduksi dan dijual secara global, SII merupakan produsen vaksin terbesar di dunia. Setiap tahunnya, mereka mengekspor lebih dari 1,5 miliar dosis vaksin dengan harga terjangkau.




-
Negara terjadi tusnami korona, tapi India juga jadi pengirim bahan baku terbesar di dunia (dok, DW)

Perusahaan pembuat vaksin yang berlokasi di kota Pune itu telah membuat banyak jenis vaksin untuk berbagai penyakit, seperti difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, campak, gondok dan rubella. Diperkirakan sekitar 65% anak-anak di dunia menerima setidaknya satu vaksin yang diproduksi oleh SII. Vaksin hasil produksi SII juga telah digunakan di 170 negara, menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

Tragedi 911, Kepongahan Pemimpin AS Harus di Bayar Mahal

Senin, 13 September 2021 | 08:25 WIB

Musuh Taliban Siap Perang, Tapi Buka Peluang Damai

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:02 WIB
X