• Sabtu, 13 Agustus 2022

Untuk Pertama Kalinya Korea Utara Umumkan Kasus COVID-19, Lockdown Total Auto Kim Jong Un Perintahkan!

- Kamis, 12 Mei 2022 | 21:06 WIB
Pemimpin Korut Kim Jong Un mulai pakai masker, setelah negara melaporkan ada COVID-19 (dok, youtube)
Pemimpin Korut Kim Jong Un mulai pakai masker, setelah negara melaporkan ada COVID-19 (dok, youtube)

 

BệBASbaru.com, INTERNASIONAL-Pyongyang – Korea Utara selama ini tidak ditemukan warganya terpapar korona, namun kini WHO sudah mengumumkan penyebaran virus Corona sebagai pandemi sejak 9 Maret 2020.

Tapi Korea Utara baru mengumumkan kasus pertama COVID-19 pada hari Kamis, 12 Mei 2022 ini lewat Korean Central News Agency (KCNA) yang merupakan kantor berita resmi negara pimpinan Kim Jon Un tersebut.

Hasil sampel yang dikumpulkan pada 8 Mei 2022 menunjukkan orang-orang di Pyongyang terinfeksi virus Corona varian Omicron.

"Ada insiden darurat terbesar di negara ini dengan lubang di bagian depan karantina darurat kami, yang telah diamankan selama dua tahun tiga bulan terakhir sejak Februari 2020," tulis KCNA seperti dikutip Hops.ID pada Kamis, 12 Mei 2022.

Laporan ini diterbitkan ketika Kim Jong Un sedang memimpin pertemuan Partai Buruh untuk membahas tanggapan terhadap wabah pertama COVID-19 di negaranya.

Kim Jong Un memberikan perintah lockdown secara nasional sebagai respon ditemukannya kasus COVID-19 pertama di Korut dan telah menerapkan status darurat maksimal. Putra Kim Jong Il ini berjanji bahwa pemerintahannya akan menghadapi krisis ini dan meminta rakyatnya untuk tidak merasa takut tanpa penjelasan sains.

"Pasti (Korea Utara) akan mengatasi situasi mendadak saat ini," kata Kim Jong Un seperti dikutip dari Yonhap News Agency. Kim Jong Un juga mendesak para pejabat untuk melaksanakan rencana pembangunan ekonomi negara dan proyek konstruksi sesuai jadwal meski status negaranya telah beralih menjadi darurat maksimal. Hal ini sebagai upaya nyata untuk mencegah memburuknya ekonomi lebih lanjut.

Korea Utara dikabarkan ingin mengendalikan dan mencegah penyebaran virus secara stabil, serta merawat pasien yang telah dikonfirmasi positif COVID-19 guna menghentikan sumber penyebaran virus.

Baca Juga: Putin: Islam Agama Mulia Tak Perlu Diawasi, Hanya AS dan Sekutunya Anggap Islam Itu Teroris!

Halaman:

Editor: Redaktur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X