• Sabtu, 13 Agustus 2022

Lembaga Asing Pergi, Taliban Kelabakan Bantu Rakyatnya yang di Hajar Gempa Bumi

- Jumat, 24 Juni 2022 | 22:29 WIB
Gempa melanda Afghanistan pada dini hari Rabu 22 Juni 2022, di dekat Kota Khost di perbatasan Pakistan (dok, AP PHOTO/Ebrahim Nooroozi  )
Gempa melanda Afghanistan pada dini hari Rabu 22 Juni 2022, di dekat Kota Khost di perbatasan Pakistan (dok, AP PHOTO/Ebrahim Nooroozi )

BệBASbaru.com, INTERNASIONAL-Kabul – Pembekuan aset milik Aganistan benar-benar membuat negeri penuh konflik ini kelimpungan.

Ditengah belum damainya negara itu, tiba-tiba saja terjadi gempa bumi dahsyat, yang menewasklan lebih dari 1000 rakyat Afganistan.

Operasi pencarian dan penyelamatan yang melelahkan sedang berlangsung di Afghanistan bagian timur pada Kamis, 23 Juni 2022 setelah gempa bumi dahsyat menewaskan lebih dari 1.000 orang.

Insiden ini juga menjadi pukulan berat bagi negara yang sudah menghadapi krisis ekonomi dan kemanusiaan.

Dilansir bebasbaru.com dari dari CNN Amerika, Jumat (24/06/022), gempa melanda Afghanistan pada dini hari Rabu 22 Juni 2022, di dekat Kota Khost di perbatasan Pakistan.

Sedikitnya 1.500 orang dilaporkan terluka tapi para pejabat memperingatkan jumlah korban kemungkinan akan meningkat karena banyak keluarga yang saat itu sedang tertidur di bangunan rumah yang rapuh ketika gempa melanda.

Banyak rumah di daerah itu terbuat dari lumpur, kayu, dan bahan lain yang rentan terhadap kerusakan cuaca, dan gempa, apalagi kejadian itu bertepatan dengan hujan monsun yang lebat, yang semakin menambah bahaya keruntuhan.

Foto-foto dari Provinsi Paktika terdekat, daerah perdesaan dan pergunungan di mana sebagian besar kematian telah dilaporkan, menunjukkan rumah-rumah hancur menjadi puing-puing. Sekitar 2.000 rumah diperkirakan telah hancur, menurut PBB.

Beberapa orang menghabiskan malam dengan tidur di tempat penampungan darurat di luar ruangan, saat penyelamat mencari korban dengan senter. Petugas medis dan darurat dari seluruh negeri berkumpul di lokasi, dengan bantuan dari beberapa lembaga internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun bantuan mungkin terbatas karena banyak organisasi menarik diri dari negara yang bergantung pada bantuan itu setelah Taliban merebut kekuasaan pada Agustus 2021 lalu. Pemerintah Taliban telah mengerahkan sumber daya darurat termasuk beberapa helikopter dan puluhan ambulans dan telah menawarkan kompensasi kepada keluarga korban.

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X