• Sabtu, 28 Mei 2022

Jargon Pangeran Antasari yang Satukan Suku Dayak-Banjar: “Jangan Bacakut Papadaan, Haram Manyarah Waja Sampai Ka Puting”

- Minggu, 18 Oktober 2020 | 09:09 WIB
Pangeran Antasari (dok, postbagus)
Pangeran Antasari (dok, postbagus)

BêBASbaru.com, KISAH TOKOH – Ditengah pertentangan dua bersaudara dalam memperebutkan tahta KeSultan Banjar, tampillah Pangeran Antasari yang tentu saja memihak salah satunya, yakni Pangeran Hidayatullah II, sedangkan di sisi lain Pangeran Tamjidillah II di dukung Kompeni Belanda.



Inilah babad Perang Banjar yang sempat membuat Belanda frustasi dan gunakan berbagai cara licik untuk hentikan perlawanan Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari, Perang Banjar juga menyatukan dua suku terbesar di Kalsel, yakni Suku Banjar dan Suku Dayak melawan penjajah Belanda, yang terkenal dengan jargon “Jangan Bacakut Papadaan, Haram Manyarah Waja Sampai Ka Puting”. Setelah meninggalnya dua tokoh ini, maka tamatlah juga Kesultanan Banjar. Ikutilah sejarah singkatnya di bawah ini:



Pertama kali Sultan Adam Al Wasik Billah menjadi Sultan, Ia memerintah didampingi oleh Sultan Muda Abdurrahman, yang merupakan putera mahkota calon pengganti Sultan saat Sultan mangkat. Ia didampingi oleh Sultan Muda Abdurrahman dengan maksud untuk merukunkan keluarga di antara keturunan Tamjidillah dengan keturunan Sultan Kuning (Sultan Ilhamidullah). Sultan Muda Abdurrahman menikahi seorang selir keturunan Cina Pacinan, Nyai Besar Aminah dan melahirkan putra yang diberi nama Pangeran Tamjidillah.




-
Pangeran Hidayatullah II (dok, wikipedia)

 

Sultan Muda Abdurrahman menghendaki agar Pangeran Tamjidillah diterima sebagai raja penerus keturunan kerajaan namun, Sultan Suleman dan Sultan Adam menolak usul ini sebab bertentangan dengan tradisi yang berlaku di dalam kerajaan.



Oleh karena itu untuk mencari keturunan yang sah, Sultan Muda Abdurrahman dikawinkan lagi dengan seorang bangsawan Ratu Siti, Puteri Pangeran Mangkubumi Nata. Pada tahun 1822 lahirlah putera yang dinanti-nantikan, diberi nama Pangeran Hidayatullah, 5 tahun lebih muda dari Pangeran Tamjidillah.


Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

KISAH AMIRUL MU’MININ UMAR BIN ABDUL AZIZ (Bagian 20)

Selasa, 1 September 2020 | 20:28 WIB
X