• Sabtu, 16 Oktober 2021

Akibat Banjir, Padi di Kelurahan Raya Belanti Kabupaten Tapin Terancam Busuk

- Senin, 28 Desember 2020 | 10:21 WIB
Banjir di Raya Belanti, Tapin (dok, Tribunnews.com)
Banjir di Raya Belanti, Tapin (dok, Tribunnews.com)

BệBASbaru.com, TAPIN - Persemaian anak padi yang ditanam petani di Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terancam busuk, Sabtu (26/12/2020).



Hal itu dikatakan Ketua RT 13 Kelurahan Raya Belanti, Pahrudin, tenatng persemaian padi di wilayah Kelurahan Raya Belanti yang luasnya ratusan hektare di RT 13 dan RT 14.



"Sudah dua kali warga saya menanam anak padi, dua kali mengalami busuk karena terendam air. Ini sangat mungkin ketiga kali jika kiriman air dari RT 9 tidak surut," ucapnya dengan pelan, prihatin atas nasib petani setempat.



Penyebab  banjir karena terdapat tanggul Sungai Raya Belanti yang jebol. Diperkirakan, terbuka sekitar 10 meter lebarnya. "Posisi tanggul jebol itu berjarak sekitar 200 meter dari permukiman warga di RT 9," katanya.



Sebelumnya, tanggul jebol diwartakan sepanjang 200 meter. Ternyata 200 meter itu adalah jarak titik tanggul sungai Raya Belanti yang jebol dari permukiman warga. Selain banjir merendam lahan persemaian anak padi pratanam, akses jalan usaha pertanian yang masih berupa tanah uruk terendam dan jembatan kayunya rusak.  "Kalau petani membawa sepeda motor, harus didorong karena jalan dan jembatan terdampak banjir," katanya.

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

Jembatan Alalak Berubah Jadi Pasar Malam

Senin, 4 Oktober 2021 | 07:26 WIB
X