• Rabu, 26 Januari 2022

Si Pedas Melejit di Banjarbaru, Gara-gara Intensitas Hujan Tinggi  

- Rabu, 8 Desember 2021 | 20:23 WIB
Pedagang cabai di Kota Banjarbaru, menduga kenaikan harga cabai diakibatkan intensitas penghujan yang cukup deras juga mengakibatkan, lahan pertanian banyak yang terendam sehingga hasil panen cabai menjadi berkurang. (dok, Publica.id)
Pedagang cabai di Kota Banjarbaru, menduga kenaikan harga cabai diakibatkan intensitas penghujan yang cukup deras juga mengakibatkan, lahan pertanian banyak yang terendam sehingga hasil panen cabai menjadi berkurang. (dok, Publica.id)

 

BệBASbaru.com, BANJARBARU - Sejak sebulan terakhir harga cabai di Banjarmasin dan sekitarnya,  Kalimantan Selatan (Kalsel), perlahan tapi pasti terus merangkak naik hingga 100-150 persen.

Kondisi ini mengakibatkan menurunnya daya beli warga, maupun pedagang kuliner, terhadap komoditas yang menjadi salah satu tambahan menu masakan ini.

Cabai rawit harga terkini Rp 90 ribu/kg sebelumnya dalam kondisi stabil Rp 45 ribu, cabai taji sebelumnya Rp 25-Rp 30 ribu/kg sekarang Rp 80 ribu/kg.

Kemudian, cabai keriting juga cabai besar merah dari biasanya Rp 30 ribu menjadi Rp 65 ribu/kg.

Baca Juga: Sidang Korupsi HSU: Ditanya JPU Sekda yang juga Adik Kandung Bupati Non Aktif HSU Banyak Jawab Tak Tahu

Menurut Roby, pedagang cabai di Kota Banjarbaru, menduga kenaikan harga cabai diakibatkan intensitas penghujan yang cukup deras.

Juga mengakibatkan, lahan pertanian banyak yang terendam sehingga hasil panen cabai menjadi berkurang.

"Hampir setiap musim penghujan, apalagi dibarengi dengan kawasan penghasil cabai ada yang kebanjiran, maka pasar kekurangan pasokan dan harga jadi naik," ujarnya.

Walaupun harga cabai naik dan stok sedikit, ia tetap menyediakan seberapa yang tersedia. Karena kalau sudah harga naik, pembeli juga berkurang.

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X