• Sabtu, 21 Mei 2022

Kantor Desa Pahalatan HST Tak Lagi Kelola Bantuan Gara-gara di Fitnah Oknum Warga, Padahal Banjir Belum Surut

- Kamis, 30 Desember 2021 | 09:31 WIB
Lebih satu bulan terendam, wilayah Desa Pahalatan, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten HST (dok, detikNews-Detikcom)
Lebih satu bulan terendam, wilayah Desa Pahalatan, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten HST (dok, detikNews-Detikcom)

 

BệBASbaru.com, HULU SUNGAI TENGAH - Banjir di Kalsel. Lebih satu bulan terendam, wilayah Desa Pahalatan, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dilaporkan, banyak warga yang terkena penyakit kulit, yaitu lancat. Lancat yang dalam bahasa lokal adalah kutu air tersebut menyerang sela-sela jari kaki warga, akibat sering bersentuhan dengan air banjir.

Penuturan Masni, warga Pahalatan, kutu air yang diderita membuat kaki terasa gatal-gatal dan di sela jari-jarinya terkelupas.

Baca Juga: Bahan Mudah Di Dapat, Koramil Simpur HSS Ajarkan Petani Bikin Asap Cair Basmi Hama  

Sampai saat ini untuk pengobatan, beli sendiri, yaitu obat salep yang dijual bebas di warung-warung.

“Belum ada petugas kesehatan yang datang ke sini. Sementara kami juga kesulitan keluar desa karena akses  masih terputus. Kalau ke luar desa harus pakai perahu atau kelotok,” kata warga RT 03 di desa tersebut.

Sementara itu, kondisi genangan dilaporkan belum juga surut karena masih intensnya hujan yang mengguyur hampir tiap hari.

“Memang kadang ada surut. Tapi begitu diguyur hujan lagi, airnya dalam kembali. Seperti hari ini, kedalaman air bertambah sekitar 5 sentimeter,” kata Sekdes Pahalatan, Muhammad Azmi Hidayat, saat dhubungi, Rabu (29/12/2021), seraya menambahkan akses jalan masih terputus.

Baca Juga: Memalukan, Di depan Hidung Bupati Kotabaru Proyek yang Diresmikan Bocor di Mana-mana

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tradisi Unik Batumpang Apam di HST Meriah

Jumat, 6 Mei 2022 | 09:38 WIB
X