• Sabtu, 28 Mei 2022

LKP2M Kalsel Sebut 4700 Sengon Dirusak di Tanah Bumbu, Pelakunya Adukan Ke Polda Kalsel

- Jumat, 21 Januari 2022 | 09:23 WIB
Lembaga Kajian Pengawasan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (LKP3M) Kalsel mengadukan dugaan perusakan kawasan hutan (dok, Banjarmasin Post-Tribun)
Lembaga Kajian Pengawasan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (LKP3M) Kalsel mengadukan dugaan perusakan kawasan hutan (dok, Banjarmasin Post-Tribun)

BệBASbaru.com, TANAH BUMBU - Lembaga Kajian Pengawasan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (LKP3M) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengadukan dugaan perusakan kawasan hutan ke  Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalsel , Kamis (20/1/2022) sekitar pukul 13.00 Wita.

Baca Juga: Banyak Motor Butut dan Usang di Pemkab Tala, Warga Tunggu Kapan di Lelang!

Direktur LKP3M Kalimantan Selatan, Taufik Irwansyah di Martapura, Kabupaten Banjar mengatakan, pengrusakan kawasan hutan itu diadukan karena merugikan aset negara dan kalangan kelompok petani hutan.

Kawasan hutan yang dirusak alat berat, termasuk areal hutan tanaman rakyat, seluas sekitar 5 hektare, karena ada tegakan 4700 pohon sengon usia tanam setahun yang dirusak.

"Sekitar 4 tahun lagi, pohon Sengon itu jika dipanen menghasilkan uang bagi petani hutan sekitar Rp 400 juta," katanya.

Baca Juga: Nggak Mau Kalah Dengan Kaum Berdasi, Kaur Keuangan Mekar Jaya Banjar Ijo Juga Liat Dokat!

Uang panen sengon itu sangat berarti di masa pandemi Covid-19 bagi kalangan kelompok tani hutan di Desa Teluk Kepayang, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanahbumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.

"Saya berharap aduan kami ini disikapi polisi sesuai dengan undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan," katanya.

SUMBER: BanjarmasinPost.co.id dengan judul Adukan Perusakan Hutan di Teluk Kepayang Tanbu,  LKP2M Kalsel Sebut 4700 Sengon Dirusak.

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X