• Jumat, 1 Juli 2022

Walaupun Jualan Di Jalan, Tapi Kerajinan Asal Amuntai Ini Tetap Punya Pelanggan Tetap

- Jumat, 15 April 2022 | 14:16 WIB
Berbagai aneka kerajinan dijual baik dari ukuran besar seperti meja dan kursi dari rotan, atau tikar dan lampit hingga hasil kerajinan  yang kecil berupa tas dan dompet dari eceng gondok (dok, ANTARA News Kalimantan Selatan)
Berbagai aneka kerajinan dijual baik dari ukuran besar seperti meja dan kursi dari rotan, atau tikar dan lampit hingga hasil kerajinan yang kecil berupa tas dan dompet dari eceng gondok (dok, ANTARA News Kalimantan Selatan)

BệBASbaru.com, HULU SUNGAI UTARA – Daerah ini memang sangat terkenal dengan kerajinan berbaga produk. Di bulan Ramadan pedagang dan pembeli di pasar kerajinan Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) masih banyak pengunjung.

Setiap hari kamis terdapat pasar kerajinan di Kelurahan Murung Sari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara  (HSU), letaknya berada di pusat kota Amuntai tak jauh dari Taman Putri Junjung Buih, pasar modern Amuntai dan RSUD Pembalah Batung Amuntai.

Sejak subuh pedagang sudah mulai berdatangan, namun selama bulan ramadan pasar memang tutup lebih cepat dimana biasanya jam 10.00 baru pedagang meninggalkan tempat berjualan saat ini jam 09.00 sudah mulai berkurang pedagangnya.

Berbagai aneka kerajinan dijual baik dari ukuran besar seperti meja dan kursi dari rotan, atau tikar dan lampit hingga hasil kerajinan  yang kecil berupa tas dan dompet dari eceng gondok.

Dikutip bebasbaru.com dari banjarmasinpost.co.id, Jumat (15/04/2022), Pengrajin HSU  memang mampu menyulap eceng gondok dan rotan menjadi sebuah kerajinan yang bernilai jual lebih tinggi. Eceng gondok dan rotan diolah menjadi tas, tikar dan rak sepatu serta berbagai kerajinan lain yang bisa ditemukan dinpasar kerajinan ini.

Meski pembuatannya yang cukup rumit namun harga yang diberikan masih sangat terjangkau. Para pengrajin biasanya menjual hasil kerajinan ke pengumpul namun ada juga yang langsung menjual kepada pembeli.

"Kalau ramadan memang lebih cepat tutupnya, biasanya pembeli juga ramai lebih pagi," ujar Mariati salah satu pedagang.

Mariati yang merupakan warga Desa Palimbangan mengatakan dirinya menjual hasil kerajinan yang dibuat olehnya bersama dengan suami sejak puluhan tahun lalu. Dirjnya membuat kerajinan dari rotan.

Sebagian besar warga HSU juga telah mengetahui dengan adanya aktifitas pasar ini sehingga bisa memilih alternatif jalan lain.

Saat awal adanya Pandemi covid 19 pengunjung memang semoat berkurang namun saat ini sudah mulai kembali seperti semula.***

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X