• Jumat, 1 Juli 2022

Saksi Sebut Bupati Non Aktif HSU Abdul Wahid Sudah Korupsi Sejak 2015 Serta Fee Penempatan Pejabat!

- Senin, 25 April 2022 | 20:45 WIB
Terdakwa Bupati HSU non-aktif, H Abdul Wahid kembali digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (25/4/2022) (dok, ANTARA News)
Terdakwa Bupati HSU non-aktif, H Abdul Wahid kembali digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (25/4/2022) (dok, ANTARA News)

BệBASbaru.com, HULU SUNGAI UTARA – Satu persatu perilaku korupsi Bupati HSU Non aktif terbongkar di PN Banjarmasin, salah satunya tudingan yang bersangkutan sudah terima fee sejak tahun 2015 silam.

Sidang perkara dugaan tindak pidana  korupsi suap fee proyek di lingkungan Dinas PUPR Hulu Sungai Utara (HSU) dengan terdakwa Bupati HSU non-aktif, H Abdul Wahid kembali digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (25/4/2022).

Dipimpin Ketua Majelis Hakim, Yusriansyah, tiga saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK.

Mereka yakni Mantan Plt Kadis PUPRP HSU, Agus Susiawanto serta dua Mantan Ajudan Bupati HSU Abdul Latif dan Adi Hidayat.

Dari fakta persidangan pemeriksaan saksi ini, terungkap permintaan fee proyek yang diduga dilakukan terdakwa Abdul Wahid kepada para kontraktor pemenang proyek melalui oknum pejabat di Dinas PUPRP HSU sudah berlangsung bahkan sejak Tahun 2015.

Dikutip bebasbaru.com dari antara.com, Senin (25/04/2022), saat itu, saksi Agus tengah menjabat sebagai Kabid Binamarga merangkap sebagai Plt Kepala Dinas PUPRP HSU.

"Tahun 2015. Perintah langsung. Uangnya dari rekan kontraktor di bidang saya, Binamarga," ujar saksi Agus.

Pada waktu itu terang Agus fee yang diserahkan oleh terdakwa sebesar enam hingga delapan persen. Meskipun diakuinya, saat itu besaran fee tersebut bukan Abdul Wahid yang mengusulkan.

Saksi menerangkan, adanya perintah untuk memberikan fee saat itu hanya terbatas pada proyek-proyek pekerjaan yang dilelang dan sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Kalau penunjukan langsung tidak," ujar Agus. Dari sejumlah penarikan fee itu, saksi agus setidaknya mengingat pernah memintakan fee tersebut kepada tiga kontraktor pemenang lelang proyek pekerjaan Bidang Binamarga.

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X