• Jumat, 1 Juli 2022

Tradisi Unik Warga HST Yakni Mencuk Buah Habis Tarawih!

- Senin, 25 April 2022 | 20:51 WIB
Rujak buah (dok, Yummy App)
Rujak buah (dok, Yummy App)

BệBASbaru.com, HULU SUNGAI TENGAH – Ada tradisi unik di Bulan Ramadan di  Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yakni menyajikan menu berbuka puasa di  Kabupaten HST, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), ini biasanya mulai ramai selepas waktu salat zuhur.

Sedangkan saat malam, pemandangannya berbeda lagi. Banyak ditemukan  warung pencuk (rujak buah) di pinggir-pinggir jalan maupun di depan rumah-rumah warga yang berjualan.

Dikutip bebasbaru.com dari banjarmasinpost.co.id, Senin (25/04/2022), warung pencuk selalu ramai tiap kali Ramadan. Berbeda dengan Pasar Ramadan, pada umumya mulai buka selepas waktu salat tarawih atau mulai pukul 09.00 Wita sampai pukul 00.00 Wita.  Tapi ada pula yang buka sejak sore.

Tradisi  warung pencuk ini sudah lama di wilayah Hulu Sungai, khususnya di Kabupaten HST. Sudah menjadi tradisi pula, setelah bubar salat tarawih, anak-anak muda banyak yang menyerbu warung pencuk

“Zaman dulu tak ada  warung pencuk buka sebelum salat tarawih. Sekarang sepertinya sudah berubah. Banyak yang tak salat tarawih dan nongkrong di  warung pencuk,” ungkap Muliadi, warga Kota  Barabai.

Diapun berharap, tradisi  warung pencuk tetap ada, namun tradisi salat berjemaah meramaikan langgar-langgar dan masjid, jangan sampai ditinggalkan generasi muda.

“Orang bahari tidak akan nongkrong ke warung pencok sebelum selesai tarawih dan tadarus Al-Qur'an,” kata pensiunan guru tersebut.

Warung pencuk di  Kabupaten HST menyajikan aneka buah-buahan lokal segar untuk memenuhi keperluan konsumsi buah selama berpuasa.

Biasanya disajikan dengan bumbu gula merah, kacang dan petis serta asam jawa. Adapula cocolan uyah wadi (garam permentasi dengan beras sangrai), serta asam cuka plus limau kuit. Satu porsi kisaran Rp 7 ribu sampai Rp 13 ribu.

DI  warung rujak tersebut, biasanya juga ada camilan khas, yaitu kerupuk ukuran jumbo yang disebut kerupuk lumbah yang dalam Bahasa Banjar pahuluan artinya lebar dan besar.

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tradisi Unik Batumpang Apam di HST Meriah

Jumat, 6 Mei 2022 | 09:38 WIB
X