• Jumat, 1 Juli 2022

MA Putus RN Bersalah Dalam Kasus Jembatan Timbang Tabalong, Mau Di Eksekusi Diduga Kabur Kini Jadi DPO!

- Rabu, 18 Mei 2022 | 22:47 WIB
Terdakwa RN saat mengikuti sidang Tipikor secara virtual beberapa waktu yang lalu (dok, tangkapan layar/mata banua)
Terdakwa RN saat mengikuti sidang Tipikor secara virtual beberapa waktu yang lalu (dok, tangkapan layar/mata banua)

 

BệBASbaru.com, TABALONG – Nasib apes di alami Rahman Nuriadin alias RN, sempat di nyatakan bebas, namun setelah JPU banding, Mahkamah Agung mengabulkannnya, hingga RN di putus bersalah dan harus menjalani hukuman 6 tahun penjara.

Namun, saat akan di jemput Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabalong, yang bersangkutan di duga kabur, sehingga kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Terpidana perkara tindak pidana korupsi dalam pengadaan lahan untuk UPPKB (Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor) Tabalong tahun anggaran 2017 itu ditetapkan DPO karena tak kooperatif saat dilakukan beberapa kali pemanggilan oleh pihak Kejari Tabalong.

“Jaksa Penuntut Umum telah melakukan pemanggilan terhadap Rahman Nuriadin sebanyak 3 kali namun terpidana tidak memenuhi panggilan JPU dan tidak ada di kediamannya, terpidana tidak kooperatif” beber Kepala Kejari Tabalong, Mohamad Ridosan melalui Kasi Intel, Amanda Adelina saat pers rilis di kantor Kejari, Rabu (18/5).

Dilansir bebasbaru.com dari kontrasonline, Rabu (18/05/2022), Amanda menjelaskan pemanggilan terhadap terpidana dilakukan pada tanggal 10 Mei, 13 Mei dan terakhir 16 Mei 2022.

“Panggilan sudah kita kirimkan ke rumah yang bersangkutan dan diterima istrinya” jelasnya.

Pada pemanggilan pertama 10 Mei 2022, ketika kejaksaan ke rumah terpidana istri RN berkilah yang bersangkutan tidak ada di rumah.

“Saat kami ke sana anak yang bersangkutan pertama menghadapi kami dan mengatakan yang bersangkutan lagi tidur, tapi saat istrinya keluar karena terkejut melihat kami mengatakan bahwa yang bersangkutan tidak ada dirumah padahal Ia ada dalam rumah” terangnya.

“Kemudian pada panggilan kedua kami kesana lagi didampingi Polres untuk melakukan penjemputan ternyata yang bersangkutan tidak ada, lanjut panggilan ketiga ternyata tidak ada itikad baik makanya kami rilis penetapan DPO” timpalnya.

Halaman:

Editor: Redaktur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tabalong Kekurangan Hampir 65% Hewan Kurban

Kamis, 9 Juni 2022 | 20:42 WIB

Kompleks Perumahan di Tabalong Di Hajar Banjir

Kamis, 26 Mei 2022 | 22:02 WIB
X