• Selasa, 9 Agustus 2022

Hati-hati Di Tanah Suci Semua Dibayar Kontan Allah SWT dan Tradisi Unik Warga Hulu Sungai Kalsel Sebelum Haji

- Minggu, 5 Juni 2022 | 11:42 WIB
Calon jemaah haji wajib nginap di Mina dan Padang Arafah, tak bisa di wakilkan, kalau tidak bisa ke sana, maka batallah hajinya (dok, h.mrd)
Calon jemaah haji wajib nginap di Mina dan Padang Arafah, tak bisa di wakilkan, kalau tidak bisa ke sana, maka batallah hajinya (dok, h.mrd)

 

BệBASbaru.com, LINTAS KALSEL-Tabalong- Ada tradisi unik setiap akan berangkat haji, khususnya warga Hulu Sungai di Kalimantan Selatan. Walaupun tiap Kabupaten/Kota kadang berbeda-beda caranya, tapi satu hal yang pasti ada dua yang tak ketinggalan.

Pertama sholat hajat dengan menggundang warga sekampung ataupun keluarga yang jauh-jauh, tujuannya agar selamat sampai tujuan, baik berangkat ataupun sepulang haji.

Dan yang kedua, menerima tamu dari warga yang uniknya semuanya memberi amplop pada warga yang akan menunaikan ibadah haji tersebut.

Bagi warga yang mampu, sholat hajat bak mengadakan hajatan perkawinan saking ramenya, bukan ingin menunjukan orang tersebut mampu, tapi karena memang sengaja banyak mengundang warga yang akan datang berkunjung mengucapkan selamat berangkat haji.

Satu hal lagi, menurut tutur beberapa warga, ada yang menitip minta sebutkan nama sesampai di tanah suci, bahkan ada juga yang nitip foto dan minta di letakan di Padang Arafah, Mekkah, berharap kelak akan dipanggil berhaji oleh Allah SWT.  

Menurut pengalaman Pemred bebasbaru.com, H Masruddin, yang menunaikan ibadah haji pada tahun 2015 silam, saat kita menuliskan nama seseorang di padang arafah (diatas pasir), kadang terbayang nama orang itu, kadang malah kabur.

“Kata orang tua bahari (dulu), kalau wajahnya tak nampak, tandanya sulit di panggil Allah ke sana, tapi bila nampak sekali wajah orang tersebut, itu tandanya ybs bakal berangkat haji atau umroh, tergantung waktunya kapan, itu rahasia Ilahi!” ungkap pria yang di sapa H MRD ini.

H MRD lalu menuturkan, almarhum ayahnya sempat melihat langsung sosok dirinya saat berhaji Tahun 1996 silam.

“Abah (ayah) bilang, pernah melihat saya berjalan-jalan di sekitaran Masjidil Haram, padahal saat yang bersamaan, saya ada di kampung (Tabalong-Kalsel), setelah pulang haji beliau bilang, Inshaa Allah saya akan berangkat haji dan Alhamdulillah kesampaian tahun 2015,” ungkap H MRD.

Halaman:

Editor: Redaktur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X