• Senin, 2 Oktober 2023

Kho Ping Hoo Mutiara Hitam (Bab 434), Kiang Liong Masih Belum Paham, Ada Rahasia Apa Ibunya dan Suling Emas?

- Minggu, 17 September 2023 | 06:10 WIB
Ilustrasi, cersil kho ping hoo (dok, tangkapan layar/net)
Ilustrasi, cersil kho ping hoo (dok, tangkapan layar/net)

BEBASBARU.COM, MAHAKARYA-CERBUNG - Mendengar pun tidak mengapa, karena wanita yang dibicarakan tadi, Kam Sian Eng, adalah enci angkat ratumu di Khitan."

Kemudian ia meman­dang putera sulungnya, "Liong-ji, ketika pamanmu Suma Boan dahulu meninggal dunia, di luar tahu siapapun juga ia me­ninggalkan Kam Sian Eng dalam keadaan mengandung.

Semenjak itu Kam Sian Eng menghilang dan beberapa hari yang lalu di waktu malam dia muncul secara tiba-tiba di sini bersama puteranya, Suma Kiat.

Baca Juga: Kho Ping Hoo Mutiara Hitam (Bab 433), Kiang Liong Malu, Ayah Bundanya Bertengkar Nama Suling Emas di Bawa-bawa

Ia minta supaya aku menerima Suma Kiat tinggal untuk sementara di sini dan memperkenalkannya kepada para pembesar di kota raja.

Tentu saja aku tidak dapat menolak permintaannya dan pagi hari ini kami memperkenalkan Suma Kiat melalui pesta umum kepada para tamu.

Ayahmu tidak setuju, maka ter­paksa Suma Kiat sendiri yang menjadi wakil dalam pesta." Kiang Liong menghela napas panjang.

Sudah lama ia tahu bahwa tentu ada rahasia aneh terselip dalam rumah tang­ga ibunya, dan di dalam rahasia ini, gurunya memegang peran yang tidak kecil.

Gurunya sendiri belum pernah mau bertemu dengan ayah ibunya. Dan ibunya amat sayang kepadanya, melebihi sayang­nya kepada dua orang adiknya, Kiang Sun dan Kiang Hoat.

Akan tetapi ayahnya jauh lebih sayang kepada dua orang adik­nya. Rahasia apakah? Dia tidak tahu dan tidak pernah ibunya mau bicara tentang itu.

Baca Juga: Kho Ping Hoo Mutiara Hitam (Bab 432), Kiang Liong Ajak Putri Mimi Pulang ke Istananya, Kaget Talibu di Tahan!

Kini adiknya Kiang Sun yang sudah berusia dua puluh tiga tahun, sudah me­nikah dan bahkan tinggal jauh di selatan, di Socouw.

Adapun Kiang Hoat adiknya yang bungsu, menjadi siucai (sastrawan)yang pandai, akan tetapi pekerjaannya sehari-hari hanya mengejar wanita-wanita cantik dan menghambur-hamburkan uang saja.

"Kalau begitu.... Bibi Kam Sian Eng itu tidak tinggal di sini?" "Tidak, bahkan ia datang, bicara sing­kat lalu pergi lagi menghilang seperti.... seperti setan.

Halaman:

Editor: H. Masruddin

Sumber: bebasbaru

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X