• Senin, 2 Oktober 2023

Kho Ping Hoo Mutiara Hitam (Bab 78), Dua Orang Muda Ini Bikin Heboh Thian-liong-pang Karena Masuk ke Upacara

- Selasa, 30 Mei 2023 | 17:04 WIB
Ilustrasi, Cersil Kho Ping Hoo Serial Bu Kek Siansu: Mutiara Hitam (dok, bebasbaru.com)
Ilustrasi, Cersil Kho Ping Hoo Serial Bu Kek Siansu: Mutiara Hitam (dok, bebasbaru.com)

BEBASBARU.COM, MAHAKARYA-CERBUNG - Datang karena lupa akan urusan hari ini.” “Kita tunggu sebentar lagi.” bantah Si Kakek.

“Betapapun juga, Siangkoan Li adalah anak tunggal mendiang puteraku, dia cucuku satu-satunya. Sebagai wakil ayahnya yang sudah tidak ada, sepatut­nya dia menyaksikan upacara penting hari ini.”

Biarpun di dalam hatinya merasa mendongkol sekali terhadap Siangkoan Li yang memperlambat upacara pengangkat­annya menjadi Ketua Thian-liong-pang.

Baca Juga: Kho Ping Hoo Mutiara Hitam (Bab 77), Kwi Lan dan Hauw Lam Masuk ke Perkumpulan Thian-liong-pang yang Kesohor

Namun Ma Kiu tidak berani membantah kehendak gurunya. Siangkoan Li adalah cucu Sin-seng Losu, semenjak kecil anak ini sudah ditinggal mati ayah bun­danya yang tewas dalam pertandingan.

Kemudian ia dididik oleh kakeknya dan biarpun ia cucu kakek ini, namun ia juga murid, maka dua belas orang murid ke­pala atau lebih terkenal Dua Belas Naga Thian-liong-pang itu memanggil dia sute (adik seperguruan).

Padahal Siangkoan Li masih amat muda, baru dua puluh tahun usianya. Pada saat itulah Ouw Kiu si Brewok datang melapor.

Karena Sin-seng Losu sudah melenggut lagi di atas kursinya, Ouw Kiu lalu melapor kepada Thai-lek-kwi Ma Kiu tentang kedatangan dua orang muda tadi.

Tentu saja Thai-lek-kwi Ma Kiu marah sekali, mendengar bahwa dua orang muda yang mengaku berjuluk Mutiara Hitam dan Berandal dan telah membunuh seorang anggauta Thian­-liong-pang berani muncul.

Akan tetapi oleh karena saat pengangkatannya seba­gai ketua sudah tiba, ia tidak ingin urus­an yang amat penting artinya bagi diri­nya itu terganggu atau terkacau keribut­an.

Maka ia menyabarkan hatinya yang panas. Apalagi ketika mendengar laporan Ouw Kiu bahwa dua orang itu datang untuk menonton upacara dan membawa hadiah seekor kuda yang bagus.

Baca Juga: Kho Ping Hoo Mutiara Hitam (Bab 76), Nekat, Kwi Lan dan Hauw Lam Masuk ke Sarang Pentolan Penjahat

Maka dia segera berdiri dan menyambut. Melihat kakak tertua ini bangkit, otomatis sebe­las orang adik seperguruan itu bergerak pula dan mengikutinya menyambut.

Terdengar suara nyaring kaki kuda menginjak-injak lantai dan para tamu serentak menengok, disusul suara mereka riuh membicarakan tamu yang baru mun­cul.

Halaman:

Editor: H. Masruddin

Sumber: Bebasbaru.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X