• Sabtu, 16 Oktober 2021

Pengetatan Diberlakukan, Ini Syarat Terbaru Naik KRL dan Mobil Pribadi

- Senin, 12 Juli 2021 | 10:20 WIB
Naik KRL sekarang tak bisa lagi lenggang kangkung, syarat ketat di lakukan (dok, Liputan6)
Naik KRL sekarang tak bisa lagi lenggang kangkung, syarat ketat di lakukan (dok, Liputan6)

BệBASbaru.com, NASIONAL - Kementerian Perhubungan mewajibkan penumpang kereta api komuter (KRL), angkutan umum, dan kendaraan pribadi untuk membawa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) bagi mereka yang ingin menempuh perjalanan di wilayah aglomerasi selama PPKM Darurat. Ketentuan ini berlaku mulai hari ini, Senin (12/7).



Pengetatan itu tertuang dalam SE Nomor 49 Tahun 2021 tentang Perubahan SE Nomor 43 Tahun 2021 Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19. "Perjalanan dengan moda transportasi darat, sungai, danau dan penyeberangan dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan hanya berlaku untuk kepentingan sektor esensial dan sektor kritikal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terkait," tulis poin 6a dalam SE 49/2021, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Senin (12/7).



Berikut adalah syarat Naik KRL dan mengendarai mobil pribadi selama peraturan berlaku: 1. KRL VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menyebut calon penumpang disyaratkan membawa STRP atau surat keterangan lain yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat dan/atau surat tugas yang diteken pimpinan perusahaan dengan pangkat minimal eselon II. Menurut Anne, pemeriksaan persyaratan kelengkapan dokumen untuk naik KRL akan dilakukan oleh pemerintah, aparat kewilayahan setempat dan pihak-pihak terkait di jalan-jalan akses menuju stasiun atau di pintu masuk stasiun.



Calon pengguna yang tak memenuhi syarat itu tidak diperkenankan menggunakan KRL. Baca juga: Mulai Hari Ini, Penumpang Pesawat Hanya Bisa PCR di 742 Lab "Layanan operasional perjalanan KRL selama masa PPKM ini masih tetap beroperasi mulai pukul 04.00 hingga pukul 21.00 WIB hanya untuk melayani pengguna dari pekerja sektor esensial dan kritikal sesuai aturan pemerintah, yang menjadikan KRL sebagai alat transportasinya," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (9/7). Sementara itu, dalam SE Menhub yang baru dinyatakan surat tugas harus berstempel atau cap basah dan disertai oleh tanda tangan elektronik.



Selain syarat dokumen, penumpang KRL yang bisa melintas di kawasan aglomerasi hanya mereka yang merupakan pekerja kantor pada sektor esensial dan kritikal. 2. Kendaraan Pribadi Ketentuan serupa juga berlaku untuk kendaraan pribadi. Kemenhub mensyaratkan hanya mereka yang bekerja di sektor esensial dan sektor kritikal yang boleh melakukan perjalanan moda transportasi darat, sungai, danau dan penyeberangan dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan. Kemenhub mewajibkan dua dokumen yang menjadi syarat bagi pelaku perjalanan untuk kategori tersebut, yaitu STRP atau surat keterangan lain yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat.

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

Celah Hukum Ada Buat TNI-Polri Jadi Gubernur 2022-2024

Selasa, 28 September 2021 | 20:26 WIB

Aturan Baru PNS, Bolos 10 Hari Bakal Dipecat

Rabu, 15 September 2021 | 09:01 WIB
X