• Jumat, 1 Juli 2022

Daud Yordan Petinju Hebat yang Masih Aktif Minim Di Promosikan, Beda dengan Chris John!  

- Selasa, 25 Januari 2022 | 20:23 WIB
Sederet prestasi didapat oleh petinju yang akrab disapa Cino tersebut,tapi di balik itu semua Yordan harus membayarnya dengan darah hingga air mata.  (dok, Sport Tempo.co)
Sederet prestasi didapat oleh petinju yang akrab disapa Cino tersebut,tapi di balik itu semua Yordan harus membayarnya dengan darah hingga air mata. (dok, Sport Tempo.co)

 

BệBASbaru.com, TINJU – Daud Yordan, salah satu petinju kebanggaan Indonesia yang namanya sudah malang melintang hiasi ring tinju nasional bahkan dunia. Sederet prestasi didapat oleh petinju yang akrab disapa Cino tersebut, tapi di balik itu semua Yordan harus membayarnya dengan darah hingga air mata. 

Daud Yordan lahir di Desa Simpang Dua, Kalimantan Barat 10 Juni 1987.  Tinggal dengan keluarga petani, petinju dengan julukan Cino ini coba merajut mimpi menjadi atlet tinju kelas dunia. Dia berpikir bahwa tinju akan menjadi jalan keluar untuk mengangkat derajat keluarganya yang pas-pasan.

Baca Juga: Ruang Ganti MU Panas: Terbagi Kubu Ronaldo Vs Kubu Maguire, Butuh Pelatih Sekaliber Sir Alex Atasi Dapur MU  

Kesempatan itu hadir ketika dia mendapat undangan dari Pertina Pusat di Jakarta tahun 2001. Kala itu Daud baru lulus sekolah dasar.  Semenjak junior, Daud banyak memenangkan gelar di level nasional. Sampai akhirnya mewakili Indonesia di Kualifikasi Olimpiade 2004, saat masih SMA. Sayang dia gagal.

Namun kegagalan tak membuatnya patah arang, kehadiran promotor Indonesia membuat namanya makin melambung. Dia dibawa ke level internasional oleh Mahkota Promotion yang dipimpin Raja Sapta Oktohari. 

Kariernya makin melesat setelah bertarung di Las Vegas, Amerika Serikat. Kala itu lawannya Antonio Meza dikalahkan lewat angka. Dia menjadi petinju pertama Indonesia yang menang di Amerika Serikat.

Baca Juga: Ironis, Baru 3 Bulan Melatih Mantan Pelatih yang Pernah Bawa Liecester Juara Liga Inggris Di Pecat Klub Watfor

Setelah itu sejumlah gelar bergengsi didapatkan, dia memegang tiga gelar juara yaitu kelas ringan WBO Intercontinental, kelas ringan super IBA dan WBO Oriental. Dan ada salah satu pertandingan yang cukup menyita perhatian yaitu kala Cino melawan petinju raja KO asal Filipina, negara asal petinju legendaris Manny Pacquiao. Dia bernama Lorenzo Villanueva.

Itu merupakan duel luar biasa dalam perebutan sabuk juara IBL kelas bulu. Dimana dalam pertarungan tersebut, Daud datang dengan rekor 28 kemenangan, 2 kali kalah. 22 Kemenangan didapat Daud dengan KO dan TKO.

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X