• Sabtu, 28 Mei 2022

Fraksi Parpol Bikin Kamar Legislatif Tak Berdaya, Fahri Hamzah Minta Fraksi Dihapus!  

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:42 WIB
Fahri menilai,selama ini fraksi hanya menjadi alat kepentingan politik ketua umum partai atau elite-elite politik lainnya (dok, DIKITA.id)
Fahri menilai,selama ini fraksi hanya menjadi alat kepentingan politik ketua umum partai atau elite-elite politik lainnya (dok, DIKITA.id)

 

BệBASbaru.com, POLITIK NASIONAL - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah mengusulkan agar fraksi-fraksi di DPR RI dihapuskan. Menurut Fahri, keberadaan fraksi-fraksi di parlemen selama ini membuat kamar legislatif tidak berdaya.

Fahri menilai, selama ini fraksi hanya menjadi alat kepentingan politik ketua umum partai atau elite-elite politik lainnya. Keberadaan fraksi justru tidak berpikir untuk rakyat atau konstituen

"Jadi berbicara reformasi politik, menghapus fraksi di DPR di antara yang paling penting kita lakukan, karena berbagai atau banyak alasan. Alasan pertama tadi kita melihat agak mencemaskan bagaimana sebuah kekuatan di kamar kekuasaan legislatif itu tidak nampak fungsinya" kata Fahri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/1).

Baca Juga: Singgung RUU IKN Supercepat, Sembunyi dan Minim Partisipasi Publik, Formappi Tuding IKN Hanya Ambisi Semata!

Fahri menceritakan, saat menjadi Wakil Ketua DPR periode 2014-2019, ia diminta melakukan tindakan yang bertentangan dengan kehendak masyarakat oleh partai sebelumnya. Ia pun menentang perintah partai, hingga akhirnya dipecat.

Fahri yang kini dikenal sebagai politikus Gelora sebelumnya adalah kader PKS, dan pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI.

"Waktu itu saya melawan kendali partai, karena berpotensi mendistorsi kehendak rakyat menjadi kehendak parpol. Ini yang mesti kita lawan ke depan," kata Fahri.

Menurut Fahri, dalam sistem demokrasi, anggota DPR harus menjadi wakil rakyat, bukan menjadi wakil partai politik. Mantan aktivis 1998 itu menilai kekeliruan tersebut lantaran kesalahan paradigmatik yang memandang peran partai politik dalam fraksi.

"Ketika kita sudah memilih sistem demokrasi, mau tidak mau maka kita harus memurnikan demokrasi itu, tidak saja sebagai nilai-nilai luhur, tetapi juga dalam sistem pemilu dan sistem perwakilan kita," katanya.

Halaman:

Editor: Editor Alma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X