• Jumat, 1 Juli 2022

Langkah Realistis Demokrat-PKS Adalah Gabung KIB, Nasdem Diprediksi Gabung ke Koalisi PDIP

- Kamis, 19 Mei 2022 | 20:48 WIB
Ketum PD dan Presiden PKS, entah mengapa dua parpol ini seakan tak di lirik, sehingga ada kemungkinan mereka harus bergabung dengan dua Poros (KIB dan PDIP-Gerindra), walaupun Nasdem dan PKB belum tentukan sikap, namun kedua parpol itu di kabarkan sangat cair bisa bergabung dengan kedua poros (dok, antara.com)
Ketum PD dan Presiden PKS, entah mengapa dua parpol ini seakan tak di lirik, sehingga ada kemungkinan mereka harus bergabung dengan dua Poros (KIB dan PDIP-Gerindra), walaupun Nasdem dan PKB belum tentukan sikap, namun kedua parpol itu di kabarkan sangat cair bisa bergabung dengan kedua poros (dok, antara.com)

 

BệBASbaru.com, POLNAS – Daripada tak mampu berkompetisi dan bakal kena sanksi, yakni kalau tak usung calon di Tahun 2024, maka pada Pilpres 2029 bakalan tak boleh usung calon lagi.

Maka langkah realistis bagi Partai Demokrat dan PKS adalah bergabung dengan poros KIB atau ke poros PDIP-Gerindra.

Sementara Partai Nasdem sangat cair, ada kemungkinan bisa bergabung dengan kedua poros itu dan rasanya sulit bujuk Nasdem bikin poros baru bersama PKS dan Partai Demokrat.

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) telah dibentuk oleh Partai Golkar bersama PAN dan PPP dalam menghadapi Pemilu 2024. KIB diprediksi akan melawan koalisi PDIP dan Gerindra yang telah digaungkan mengusung Prabowo-Puan sejak lama.

Peneliti LIPI, Wasisto Rahajo Jati mengatakan, besar kemungkinan partai politik (parpol) lainnya hanya akan merapat ke dua kutub politik tersebut.

Misalnya saja kata dia, PKS dan Demokrat. Menurut dia, yang sangat mungkin bergabung dengan koalisi pimpinan Airlangga Hartarto tersebut.

"PKS dan Demokrat sepertinya bergabung dengan kubu Golkar," kata Wasisto, Senin (16/5/2022). Menurut Wasisto, dua parpol tersebut lebih dekat dengan KIB. Sebab, semuanya pernah bekerja sama dalam koalisi yang sama di era Presiden SBY.

"Karena sudah terjalin relasi dan pengalaman harmonis ketika 10 tahun pemerintahan SBY," jelas Wasisto. Sementara NasDem lanjut dia, lebih memungkinkan untuk bergabung dengna poros PDIP-Gerindra. Meski dia mengakui antara PDIP dan NasDem memiliki hubungan yang kurang baik. Tapi, dalam politik semua bisa sangat cair. Termasuk hubungan antar elitenya. "NasDem sepertinya lebih dekat ke kubu PDIP," terang Wasis.

Sementara PKB, Wasis melihat, saat ini masih berada di tengah antara dua poros politik yang telah mengkristal tersebut. Apalagi, PKB ngotot ingin mengusung Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden.

Halaman:

Editor: Redaktur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X