• Rabu, 8 Desember 2021

Pahlawan Bulutangkis Indonesia Markis Kido Dimakamkan Satu Liang dengan Sang Ayah

- Selasa, 15 Juni 2021 | 20:16 WIB
Usai pensiun, Alm Markis Kido jadi pelatih di klubnya (dok, merdeka.com)
Usai pensiun, Alm Markis Kido jadi pelatih di klubnya (dok, merdeka.com)

BệBASbaru.com, BULUTANGKIS - Almarhum Markis Kido yang meninggal pada Senin (14/6) malam telah dikebumikan di TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur, pada Selasa (15/6). Ia dimakamkan satu liang dengan almarhum ayahnya, Djumharbey Anwar.



Sebelum dimakamkan jenazah peraih medali emas Olimpiade 2008 itu terlebih dulu disalatkan di Masjid Jaka Setia, Bekasi. Adapun ayah Kido meninggal pada 2008 silam. Ratusan pelayat hadir dalam pemakaman yang berlangsung khidmat dan haru. Perwakilan PBSI, Kemenpora, dan para mantan atlet turut mengiringi atlet yang juga pernah juara dunia BWF ini.



"Terima kasih kepada semua pelayat yang sudah mendoakan almarhum Kido. Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau semasa hidup," ucap Joko Suprianto, mantan atlet yang mewakili keluarga Kido. "Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan dan ketabahan," ucap Joko yang adalah Juara Dunia 1993 di Birmingham dan merupakan paman dari istri Markis Kido, Richasari Pawestri.



PBSI turut menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian Kido. Kepergian Kido dianggap sebagai salah satu kehilangan besar bulutangkis pada 2021 ini. "PBSI turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kido dengan semua prestasinya yang membanggakan adalah pribadi yang baik dan rendah hati, kami akan sangat kehilangan sosok almarhum," tutur Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Edi Sukarno. Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Bidang Peningkatan Prestasi, Chandra Bhakti, berpesan agar teladan yang pernah diperlihatkan Kido semasa hidupnya untuk ditiru dan dilanjutkan.



Markis Kido lahir di Jakarta pada 11 Agustus 1984. Ia mengembuskan nafas terakhir ketika sedang bermain bulutangkis di GOR Petrolin, Alam Sutera, Tangerang pada Senin (14/6), sekitar pukul 18.30 WIB. Kido meninggalkan satu orang istri, Richasari Pawestri, dan dua orang putri. Terakhir Kido menjadi pelatih di almamaternya PB Jaya Raya.

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

X